<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Riaupeople Blog</title>
	<atom:link href="http://bintangsatria.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bintangsatria.wordpress.com</link>
	<description>semua tentang manusia dan interaksinya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 07:39:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bintangsatria.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Riaupeople Blog</title>
		<link>http://bintangsatria.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bintangsatria.wordpress.com/osd.xml" title="Riaupeople Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bintangsatria.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Politik Selebritis</title>
		<link>http://bintangsatria.wordpress.com/2010/04/13/politik-selebritis/</link>
		<comments>http://bintangsatria.wordpress.com/2010/04/13/politik-selebritis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 14:59:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangsatria</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bintangsatria.wordpress.com/2010/04/13/politik-selebritis/</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai seorang artis, nama Julia Perez memang cukup meroket. Dia memang bukan terkenal karena prestasinya sebagai artis yang brilian,sebab dia memang belum pernah meraih gelar bergengsi dalam ajang kompetisi keartisan seperti Piala Citra di bidang perfilman. Julia Perez terkenal karena &#8216;keberaniannya&#8217; berdandan sexy dan aduhai. Wanita yang akrab dipanggil Jupe ini pun terkenal dengan gosip-gosipnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=209&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2010/04/0-tv.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-208" title="0-tv" src="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2010/04/0-tv.jpg?w=645" alt=""   /></a>Sebagai seorang artis, nama Julia Perez memang cukup meroket. Dia memang bukan terkenal karena prestasinya sebagai artis yang brilian,sebab dia memang belum pernah meraih gelar bergengsi dalam ajang kompetisi keartisan seperti Piala Citra di bidang perfilman. Julia Perez terkenal karena &#8216;keberaniannya&#8217; berdandan sexy dan aduhai. Wanita yang akrab dipanggil Jupe ini pun terkenal dengan gosip-gosipnya yang kontroversial.<br />
Tapi begitulah dunia artis dan selebritis. Ada banyak cara menuju puncak. Ada yang bekerja keras dan bersikap profesional untuk meraih penghargaan dan pengakuan publik. Ada juga yang pakai jalur instant dengan mengeksploitasi hal-hal yang negatif pada dirinya.  Dalam dunia hiburan, semua itu sah-sah saja.<br />
Popularitas sesungguhnya bukan hanya milik dunia hiburan saja. Dalam panggung politik tanah air, popularitas juga jadi modal untuk melenggang menuju puncak. Sudah menjadi rahasia umum jika partai politik di negeri ini menempatkan popularitas sebagai syarat penting untuk mencalonkan seseorang tokoh maju di ajang Pilkada. Inilah konsekwensi logis dari model pemilihan langsung.<br />
Fenomena ini pula yang agaknya membuat  banyak artis dan selebritis mulai melebarkan sayap dari panggung hiburan ke panggung politik. Sejumlah artis dengan pe-de mencalonkan diri atau dicalonkan menjadi calon kepala daerah, termasuklah si Jupe nan sexy itu.<br />
Jupe jelas bukanlah pionir.  Sudah banyak artis yang merintis jalan ini dan terbukti sukses. Sebut saja nama Dede Yusuf, Rano Karno, atau pun Dicky Candra. Tak bisa dipungkiri bahwa faktor popularitas memang terbukti cukup ampuh untuk merayu rakyat.<br />
Sebagai pengamat politik (ingat, cuma pengamat lho! bukan pakar), saya sebenarnya mendukung saja jika ada artis yang mau maju di gelanggang Pilkada. Mereka toh warga negara republik ini yang punya hak sama dengan profesi lain. Persoalannya, belakangan saya melihat fenomena ini kok ya makin gak sehat. Soalnya artis yang diusung mulai semakin nyeleneh. Sebut saja Ayu Azhari yang sempat digembar-gemborkan akan maju menjadi Wakil Bupati Sukabumi, lalu menyusul nama Julia Perez yang juga berminat jadi wakil Bupati Pacitan, dan terakhir yang tak kalah heboh adalah Maria Eva, sang bintang video mesum bersama mantan anggota DPR RI , yang juga dikabarkan mau maju di Pilkada Sidoarjo.<br />
Gejala politik ini jelas menunjukkan semakin irasionalnya dunia politik kita. Pentas politik yang semestinya menjadi pertarungan orang-orang intelektual dan orang-orang yang memiliki kemampuan leadership kini telah berubah wujud menjadi pentas selebritas dan ajang ngetop-ngetopan belaka. Jangan-jangan kondisi ini menjadi indikasi bahwa masyarakat kita memang sudah skeptis dengan para politisi di negeri ini yang ternyata tak kunjung mampu melepaskan negara ini dari belenggu kemiskinan dan ketertinggalannya.<br />
Nampaknya para politisi dan para kader partai di Indonesia memang perlu melakukan intropeksi secara serius jika tidak ingin semakin &#8216;dilecehkan&#8217; eksistensinya. Rakyat jelas sudah muak dengan model sandiwara yang tak bermutu yang kini banyak dipertontonkan para politisi dan pemimpin negri ini. Atau jangan-jangan memang sekalian saja kita luruskan pertukaran profesi ini dimana para politisi betul-betul jadi artis dan pemain sinetron, dan sebaliknya pemain sinetron betul-betul didaulat jadi para pemimpin.  Hayo&#8230;siapa yang setuju??&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bintangsatria.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bintangsatria.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bintangsatria.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bintangsatria.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bintangsatria.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bintangsatria.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bintangsatria.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bintangsatria.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bintangsatria.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bintangsatria.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bintangsatria.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bintangsatria.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bintangsatria.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bintangsatria.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=209&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bintangsatria.wordpress.com/2010/04/13/politik-selebritis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c494bfb2f5c727d11ead48fdbd3ca561?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangsatria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2010/04/0-tv.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0-tv</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s a Great Reunion, sebuah catatan pinggir</title>
		<link>http://bintangsatria.wordpress.com/2010/03/07/its-a-great-reunion-sebuah-catatan-pinggir/</link>
		<comments>http://bintangsatria.wordpress.com/2010/03/07/its-a-great-reunion-sebuah-catatan-pinggir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 16:21:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangsatria</dc:creator>
				<category><![CDATA[humaniora]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bintangsatria.wordpress.com/2010/03/07/its-a-great-reunion-sebuah-catatan-pinggir/</guid>
		<description><![CDATA[Apa jadinya jika sekelompok orang bertemu setelah terpisah hampir 20 tahun? Ah, tentunya sulit sekali untuk diucapkan dengan kata-kata. Pasti ada banyak rasa berkecamuk dalam dada. Senang, haru, lucu, bingung, takjub, bercampur jadi satu. Pertemuan yang istimewa ini pastilah tak mungkin dapat dilupakan begitu saja. Ini jugalah yang pasti terjadi pada kita semua, alumni SMPN [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=203&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa jadinya jika sekelompok orang bertemu setelah terpisah hampir 20 tahun? Ah, tentunya sulit sekali untuk diucapkan dengan kata-kata. Pasti ada banyak rasa berkecamuk dalam dada. Senang, haru, lucu, bingung, takjub, bercampur jadi satu. Pertemuan yang istimewa ini pastilah tak mungkin dapat dilupakan begitu saja.</p>
<p>Ini jugalah yang pasti terjadi pada kita semua, alumni SMPN 2 tahun 1990, yang sabtu (28/2) lalu bertemu kembali setelah berpisah hampir 20 tahun. This is a great reunion!!! Semua pasti setuju. Betapa terharunya saat melihat dua orang sahabat yang dulu mungkin sebangku saat sekolah berteriak sambil berpelukan melepas kerinduan. Atau ada juga yang bingung saat disapa seseorang yang begitu hangat sementara kita sudah tak siapa orang tersebut. Dan betapa lucunya saat kita saling mengingat kenakalan dan kejahilan masa remaja ketika masih berseragam putih biru. Kita juga merasa takjub saat menyaksikan foto-foto jadul kita terpampang di layar dan menyaksikan telah banyak yang berubah pada diri kita.</p>
<p>Waktu memang terasa begitu cepat berlalu kawan. 20 tahun yang lalu kita mungkin hanyalah sekelompok anak remaja yang tak begitu memahami persoalan hidup. Pertemanan yang kita jalin pun hanyalah pertemanan biasa bagaimana layaknya orang-orang yang memiliki kesamaan minat dan kesenangan. Beberapa dari kita mungkin juga mulai mengenal perasaan saling tertarik dengan lawan jenis. Namun itu tidak berlangsung lama karena kita kemudian sudah harus terpisah satu sama lain demi mencari jalannya sendiri-sendiri.</p>
<p>Waktu tiga tahun boleh jadi bukan waktu yang lama, tapi juga bukan waktu yang sebentar untuk menciptakan berbagai peristiwa yang layak untuk dikenang. Kita pernah tertawa bersama, terluka bersama, saling marah, bahkan sampai saling tinju. Semua itu menjadi bagian yang membentuk kedewasaan kita.</p>
<p>Semua inilah yang membuat pertemuan selama enam jam itu terasa sangat singkat. Rasanya kita perlu berhari-hari untuk mengurai kembali kisah-kisah lama itu. Namun keinginan itu tak mungkin dapat kita lakukan karena masih banyak tugas lain yang harus kita laksanakan.</p>
<p>Kita memang patut bersyukur karena masih dapat bertemu kembali dalam reuni kemarin. Kita juga patut berterima kasih kepada teman-teman yang begitu antusias mewujudkan mimpi kita untuk kembali bertemu dengan teman-teman lama. Sampai bertemu pada pertemuan selanjutnya, semoga sukses mengiringi kita semua.</p>
<p>Pekanbaru, 1 Maret 2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bintangsatria.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bintangsatria.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bintangsatria.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bintangsatria.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bintangsatria.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bintangsatria.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bintangsatria.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bintangsatria.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bintangsatria.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bintangsatria.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bintangsatria.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bintangsatria.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bintangsatria.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bintangsatria.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=203&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bintangsatria.wordpress.com/2010/03/07/its-a-great-reunion-sebuah-catatan-pinggir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c494bfb2f5c727d11ead48fdbd3ca561?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangsatria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Suap Kami Lagi&#8230;</title>
		<link>http://bintangsatria.wordpress.com/2010/01/29/jangan-suap-kami-lagi/</link>
		<comments>http://bintangsatria.wordpress.com/2010/01/29/jangan-suap-kami-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 16:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangsatria</dc:creator>
				<category><![CDATA[sudut pandang]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[suap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bintangsatria.wordpress.com/2010/01/29/jangan-suap-kami-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[Ada pemandangan yang berbeda saat melewati sebuah persimpangan jalan di kota bertuah ini. Sebuah pos polisi yang berada tepat di persimpangan jalan tampak dihiasi sebuah spanduk yang tidak terlalu besar. Meski demikian, kalimat yang tercantum di dalam spanduk itu cukup menarik perhatian saya. &#8220;Anggota Lantas tidak menerima suap atau pungli dalam bentuk apapun&#8221;. Demikian bunyi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=196&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2010/01/pos.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-195" title="pos" src="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2010/01/pos.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Ada pemandangan yang berbeda saat melewati sebuah persimpangan jalan di kota bertuah ini. Sebuah pos polisi yang berada tepat di persimpangan jalan tampak dihiasi sebuah spanduk yang tidak terlalu besar. Meski demikian, kalimat yang tercantum di dalam spanduk itu cukup menarik perhatian saya.</p>
<p>&#8220;Anggota Lantas tidak menerima suap atau pungli dalam bentuk apapun&#8221;. Demikian bunyi kalimat dalam spanduk yang berukuran sekitar satu kali satu meter itu. Letak spanduk yang tepat di sisi kiri pintu masuk ke dalam pos polisi ini seakan mengingatkan siapa pun yang hendak &#8216;menyelesaikan secara damai&#8217; persoalannya dengan pihak polantas agar mengurungkan niatnya tersebut.<span id="more-196"></span></p>
<p>Bagi saya yang setiap hari melewati persimpangan ini, kehadiran spanduk kecil itu tentu saja menimbulkan sejumlah spekulasi. Mengapa tiba-tiba saja ada spanduk seperti itu di pos polisi yang terletak di persimpangan yang cukup ramai ini. Apa iya pak polisi yang mangkal di pos ini sudah benar-benar tidak mau lagi berurusan dengan suap menyuap?</p>
<p>Maaf, bukan berarti saya mau merusak citra korps berbaju coklat ini. Tapi bagi saya yang setiap hari melewati persimpangan ini, sering melihat dengan mata kepala sendiri para kenek truk berlari-lari kecil bak pelari jarak jauh masuk ke pos ini sambil menggenggam sesuatu yang terlihat seperti uang kertas. Hanya beberapa detik saja ia di dalam, lalu ke luar dan langsung naikkembali ke truknya yang berjalan pelan melewati pos itu. Beberapa rekan pun mengaku kalau pos di persimpangan ini cukup &#8216;angker&#8217;. Kalau sampai kena semprit dan masuk ke dalam, maka itu artinya &#8216;pitih kalua&#8217;.</p>
<p>Atas pengalaman tadi, pertanyaan yang muncul di benak saya adalah apakah spanduk itu dipasang oleh pimpinan polisi di daerah ini karena gerah akibat banyaknya laporan warga atas &#8216;kenakalan&#8217; sejumlah oknum polisi yang biasa mangkal di pos itu? Atau memang spanduk itu dipasang atas inisiatif bapak-bapak polisi yang mangkal di pos ini karena sudah bosan dengan praktek &#8217;86&#8242; yang selama ini berlangsung? Atau jangan-jangan spanduk itu justru membuat urusan negosiasi semakin lebih mahal dengan dalih tak bisa lagi sembarangan diajak berdamai?</p>
<p>Akh, saya memang tak tahu pasti. Saya memilih untuk berfikir positif sajalah dengan menganggap bahwa spanduk itu memang merupakan tekad pihak kepolisian di daerah ini untuk bersikap dan bertindak profesional. Citra negatif yang melekat di kalangan Polantas memang sudah semestinya disikapi serius. Slogan negatif &#8220;Sekali semprit berarti duit&#8221; harus segera dibuang jauh-jauh dari lembaga penegak hukum ini.</p>
<p>Upaya ini memang tidak mudah untuk dilakukan. Godaan untuk tidak terlibat aksi suap-menyuap jelas sangat sulit. Apalagi kita semua mafhum, bahwa terkadang mereka yang melanggar aturan akan gigih merayu sang penegak hukum. Semua memang kembali berpulang kepada bapak-bapak polantas kita. Apakah stigma negatif yang selama ini melekat mau dibersihkan, atau mau dibiarkan begitu saja? Semoga spandukyang terpasang di pos polisi itu benar-benar ampuh membasmi virus suap dan pungli yang sudah lama bersarang di lembaga ini.***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bintangsatria.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bintangsatria.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bintangsatria.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bintangsatria.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bintangsatria.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bintangsatria.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bintangsatria.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bintangsatria.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bintangsatria.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bintangsatria.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bintangsatria.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bintangsatria.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bintangsatria.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bintangsatria.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=196&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bintangsatria.wordpress.com/2010/01/29/jangan-suap-kami-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c494bfb2f5c727d11ead48fdbd3ca561?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangsatria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2010/01/pos.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pos</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Piala Dunia dan Nasib Sepakbola Kita</title>
		<link>http://bintangsatria.wordpress.com/2010/01/25/piala-dunia-dan-nasib-sepakbola-kita/</link>
		<comments>http://bintangsatria.wordpress.com/2010/01/25/piala-dunia-dan-nasib-sepakbola-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 18:20:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangsatria</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[world cup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bintangsatria.wordpress.com/2010/01/25/piala-dunia-dan-nasib-sepakbola-kita/</guid>
		<description><![CDATA[Demam Piala Dunia sejak beberapa bulan belakangan sudah mulai menggoyang dunia, termasuk tanah airku Indonesia. Beberapa stasiun televisi yang akan menayangkan siaran langsung Final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan pun sudah gencar menampilkan iklan promo acara akbar ini. Bahkan, untuk lebih menyemarakkan pertandingan paling diminati masyarakat dunia ini, trofi Piala Dunia yang terbuat dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=191&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2010/01/tropi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-190" title="tropi" src="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2010/01/tropi.jpg?w=645" alt=""   /></a></p>
<p>Demam Piala Dunia sejak beberapa bulan belakangan sudah mulai menggoyang dunia, termasuk tanah airku Indonesia. Beberapa stasiun televisi yang akan menayangkan siaran langsung Final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan pun sudah gencar menampilkan iklan promo acara akbar ini. Bahkan, untuk lebih menyemarakkan pertandingan paling diminati masyarakat dunia ini, trofi Piala Dunia yang terbuat dari emas 18 karat pun mampir ke Jakarta.</p>
<p>Indonesia memang tergolong beruntung karena disambangi sang trofi. Maklum tak semua negara dapat kebagian jatah melihat langsung trofi yang pernah diangkat pemain-pemain legendaris dunia seperti Pele dan Maradona itu. Pada perhelatan Piala Dunia tahun 2010 kali ini, hanya ada 33 negara yang dikunjungi, termasuk Indonesia. Tak heran jika kehadiran trofi ini disambut langsung oleh Presiden SBY.</p>
<p>Harapannya sih, kehadiran trofi Piala Dunia ini dapat memotivasi anak-anak bangsa untuk mengangkat prestasi sepak bola di negeri ini. Harap maklum saudara-saudara, prestasi sepak bola tanah air kian hari memang kian menyedihkan. Jangankan dapat ikut berlaga pada babak final Piala Dunia, main di kawasan Asia Tenggara saja Timnas Indonesia sering jadi ayam sayur dihajar lawan-lawannya.<span id="more-191"></span></p>
<p>Rasanya memang menyedihkan, bahkan lebih sedih dari film India. Bayangkan lebih dari 220 juta jiwa rakyat Indonesia, tapi mencari 11 orang yang piawai menggocek si kulit bundar susahnya minta ampun. Soal fisik, rasanya Indonesia tidaklah terlalu kalah besar dibanding orang Eropa. Apalagi belakangan banyak orang Indonesia blasteran yang berbadan gede. Soal kekuatan fisik? Kurang tangguh apa saudara-saudara kita dari kawasan Timur seperti Irian Jawa. Kondisi geografis daerah itu sama garangnya dengan negara-negara lain. SO, what happened gitu lho?</p>
<p>Ada yang bilang ini soal mental. Mental persepakbolaan tanah air tak kunjung sehat dari krisis. Krisis mental ini merasuki seluruh elemen persepakbolaan nasional, dari mulai pengurus organisasi sepak bola nasional, perwasitan, para pemain, bahkan para penonton sepak bola di negeri ini.</p>
<p>Lihatlah bagaimana kualitas pengurus PSSI sebagai induk organisasi sepak bola tanah air. Bahkan sempat organisasi ini diurus dari balik terali besi. Lihat pula kualitas wasit. Bagaimana wasit dapat &#8216;dibeli&#8217; oleh pihak-pihak yang menginginkan kemenangan secara tidak fair. Kita lihat pula mental pemain yang banyak tidak profesional, cepat merasa hebat, dan emosional saat bertanding. Jangan lupa pula melihat mental para penonton dan suporter sepak bola kita yang masih banyak bertindak sembarangan, beringas dan anarkis.</p>
<p>Mungkin penilaian ini terlalu berlebihan. Tentulah tak mungkin menyederhanakan persoalan sepak bola dengan hanya melihatnya dari faktor mental semata. Soal ini kita serahkan sajalah kepada tuan-tuan yang memang pakarnya di bidang ini. Yang jelas sebagai salah seorang rakyat Indonesia, saya melihat fakta kualitas persepakbolaan tanah air memang sudah menuju titik terendahnya. Harus ada upaya yang serius dari seluruh pihak, terutama pemerintah, untuk membangkitkan kembali kejayaan sepakbola Indonesia, minimal seperti pada era 70-an dan 80-an. Bahkan, mimpi kita semua jika Timnas Indonesia benar-benar berlaga di Final Piala Dunia seperti yang diucapkan SBY saat mengangkat trofi Piala Dunia, Senin malam kemarin.</p>
<p>Sungguh, saya tak dapat berkomentar apa-apa saat Bintang, anak saya yang baru kelas 1 SD bertanya, mengapa tanah lapang yang ada di dekat sekolahnya kini sudah beralih fungsi menjadi ruko. Demikian pula tanah lapang di dekat rumah kami yang selama ini jadi tempat bermain bola anak-anak sekitarnya, kini sudah mulai dipatok-patok untuk didirikan perumahan. &#8220;Di mana abang mau main bola lagi pa? Lapangannya sudah tak ada,&#8221; katanya sedih.</p>
<p>Akh&#8230;nampaknya sampai seratus tahun lagi rakyat di negeri ini hanya bakal jadi pangsa pasar bisnis sepak bola dunia tanpa pernah merasa bangga karena negaranya menjadi bagian dari perhelatan akbar tersebut.***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bintangsatria.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bintangsatria.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bintangsatria.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bintangsatria.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bintangsatria.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bintangsatria.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bintangsatria.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bintangsatria.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bintangsatria.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bintangsatria.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bintangsatria.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bintangsatria.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bintangsatria.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bintangsatria.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=191&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bintangsatria.wordpress.com/2010/01/25/piala-dunia-dan-nasib-sepakbola-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c494bfb2f5c727d11ead48fdbd3ca561?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangsatria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2010/01/tropi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tropi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Infotainment, Jengkol, dan Selebritis</title>
		<link>http://bintangsatria.wordpress.com/2009/12/25/infotainment-jengkol-dan-selebritis/</link>
		<comments>http://bintangsatria.wordpress.com/2009/12/25/infotainment-jengkol-dan-selebritis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 16:10:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangsatria</dc:creator>
				<category><![CDATA[entertaint]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bintangsatria.wordpress.com/2009/12/25/infotainment-jengkol-dan-selebritis/</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda suka nonton tayangan  infotaintment di televisi? Sebagian dari anda mungkin mengatakan ya, dan sebagian lagi mengatakan tidak. Itu sah-sah saja. Setiap orang punya selera yang berbeda-beda. Saya sendiri sulit juga menjawab pertanyaan seperti ini. Pasalnya, saya sebenarnya tidak terlalu suka acara gosip-gosipan. Tapi sesekali saya lahap juga tayangan infotaintmen di televisi. Sebagai seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=186&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2009/12/tv.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-187" title="tv" src="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2009/12/tv.jpg?w=247&#038;h=207" alt="" width="247" height="207" /></a> Apakah anda suka nonton tayangan  infotaintment di televisi? Sebagian dari anda mungkin mengatakan ya, dan sebagian lagi mengatakan tidak. Itu sah-sah saja. Setiap orang punya selera yang berbeda-beda.</p>
<p>Saya sendiri sulit juga menjawab pertanyaan seperti ini. Pasalnya, saya sebenarnya tidak terlalu suka acara gosip-gosipan. Tapi sesekali saya lahap juga tayangan infotaintmen di televisi. Sebagai seorang pengajar di bidang komunikasi dan jurnalis, saya tentu tak ingin ketinggalan informasi di bidang apa pun, termasuk dunia selebritis.<span id="more-186"></span></p>
<p>Dalam konsep jurnalistik, keberadaan berita-berita selebritis sama saja dengan berita-berita di bidang lain seperti politik, ekonomi, hukum ataupun olahraga. Bahkan, hampir semua media cetak di tanah air memajang rubrik hiburan dan selebritis. Ibarat garam pada dunia kuliner, media massa tanpa rubrik hiburan dan selebritis terasa kurang maknyos.</p>
<p>Namun jika menyimak perkembangan tayangan infotaintment beberapa tahun belakangan dalam dunia pertelevisian tanah air, saya tak urung merasa gundah juga. Maklum, ketatnya persaingan antara satu rumah produksi yang satu dengan rumah produksi yang lain membuat acara &#8216;perburuan&#8217; selebritis menjadi lebih sengit. Inilah yang kemudian membuat para wartawan infotaintment tega melakukan berbagai cara demi mendapatkan berita. Ujung-ujungnya, berita yang ditampilkan pun jadi berlebih-lebihan dan terlalu didramatisir dan akhirnya ada artis yang merasa dirugikan.</p>
<p>Saya memahami banyak artis yang merasa diperlakukan kurang manusiawi oleh pekerja infotaintment. Wajar juga mereka marah dan tak terima dengan berita-berita yang tendensius serta merusak nama baik mereka. Namun jika melihat kasus kemarahan Luna Maya yang dilampiaskan di situs jejaring sosial dunia maya, rasanya tak pantas juga. Apalagi kalau mau jujur, acara-acara infotaintment ini pula yang melambungkan nama para selebritis sehingga bisa menjadi dikenal publik. Ibarat makan jengkol, saat memakannya terasa nikmat, tapi saat mencium baunya malah dipersalahkan.</p>
<p>Memang sudah saatnya acara-acara infotaintment di televisi kita diatur keberadaannya. Bukan bermaksud hendak membatasi ruang berekspresi atau berkreasi, namun sekadar menatanya agar kualitas tayangan-tayangan infotaintment menjadi lebih baik. Jumlah tayangan infotaintment di televisi kita pun hendaknya diatur sedemikian rupa agar tidak seperti sekarang yang boleh dibilang muncul dari pagi hingga sore. Celakanya, beritanya pun itu-itu saja.</p>
<p>Sebagai penonton televisi, kita sangat berharap mendapatkan acara-acara berkualitas dan mampu mencerdaskan anak bangsa. Bukan sekadar gosip atau kisah-kisah artis atawa selebritis yang gak bermutu. Berita selebritis boleh-boleh aja asal mampu memberikan inspirasi dan motivasi bagi kita untuk berbuat yang lebih baik. Mudah-mudahan pihak-pihak yang memiliki kewenangan mengatur masalah ini berani bertindak cepat dan tegas dalam membenahi acara-acara di televisi kita agar masa depan bangsa ini dapat berada di jalur yang benar. ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bintangsatria.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bintangsatria.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bintangsatria.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bintangsatria.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bintangsatria.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bintangsatria.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bintangsatria.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bintangsatria.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bintangsatria.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bintangsatria.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bintangsatria.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bintangsatria.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bintangsatria.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bintangsatria.wordpress.com/186/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=186&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bintangsatria.wordpress.com/2009/12/25/infotainment-jengkol-dan-selebritis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c494bfb2f5c727d11ead48fdbd3ca561?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangsatria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2009/12/tv.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tv</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rebutan Peluang Jadi PNS</title>
		<link>http://bintangsatria.wordpress.com/2009/10/18/rebutan-peluang-jadi-pns/</link>
		<comments>http://bintangsatria.wordpress.com/2009/10/18/rebutan-peluang-jadi-pns/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 05:55:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangsatria</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Seleksi PNS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bintangsatria.wordpress.com/2009/10/18/rebutan-peluang-jadi-pns/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Gak ikut ngelamar PNS Sat?&#8221; Begitu bunyi sebuah pesan pendek kuterima dari seorang teman satu kampus dulu. Tanpa perlu pikir panjang langsung kujawab,&#8221; nggak bos, msh blm ada panggilan jiwa&#8221;. Ya begitulah, menjelang musim penerimaan Pegawai Ngeri, eh Negeri Sipil alias PNS ini, kesibukan sudah mulai terasa di sejumlah instansi, seperti kantor kelurahan bagi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=181&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-180" title="berkas_cpns" src="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2009/10/berkas_cpns.jpg?w=645" alt="berkas_cpns"   />&#8220;Gak ikut ngelamar PNS Sat?&#8221; Begitu bunyi sebuah pesan pendek kuterima dari seorang teman satu kampus dulu. Tanpa perlu pikir panjang langsung kujawab,&#8221; nggak bos, msh blm ada panggilan jiwa&#8221;.<br />
Ya begitulah, menjelang musim penerimaan Pegawai Ngeri, eh Negeri Sipil alias PNS ini, kesibukan sudah mulai terasa di sejumlah instansi, seperti kantor kelurahan bagi yang mau ngurus KTP, di kantor Disnaker bagi yang ngurus Kartu Kuning, dan di kantor pos bagi yang mau beli materai, serta di rumah-rumah paranormal bagi yang mau menggunakan &#8220;jalur khusus&#8221;.<br />
Menjadi pegawai negeri tampaknya memang menjadi impian banyak anak muda di negara bernama Republik Indonesia ini. Ini wajar saja mengingat jadi PNS di Indonesia merupakan profesi yang paling &#8216;Mak Nyos&#8217;. Bagaimana tidak enak? Gaji dijamin pemerintah, hampir tiap tahun ada kenaikan, trus ada pula gaji ke-13, ada pensiunnya lagi. Soal kerja juga gak berat-berat amat. Masih ada waktu untuk nongkrong di kedai kopi bagi bapak-bapak, atau jemput anak sekolah bagi ibu-ibu PNS. Urusan disiplin gampang diatur asal dekat dengan pimpinan.<span id="more-181"></span><br />
Nah, coba bandingkan dengan kebanyakan karyawan swasta, gaji pas-pasan karena kondisi ekonomi sedang sulit, minta naik gaji sulit (sudah syukur masih bisa kerja, kata Bos), persaingan antar karyawan sangat ketat, mau bolos kerja terancam PHK. Pensiun? entah ada, entah tidak. Pokoknya berbanding terbalik dengan para PNS lah.<br />
Karena itulah, setiap ada kabar mau penerimaan PNS, jutaan pengangguran maupun yang sudah kerja di sektor swasta velomba-lomba untuk ikut, walaupun peluangnya sangat kecil. Belum ada urusan kolusi dan nepostisme yang menjadi ancaman bagi para pelamar yang hanya bermodalkan kepintaran dan doa semata.<br />
Sejumlah alasan itulah yang membuat aku nggak begitu antusias mau jadi PNS. Bukan tak mau lho? Jujur saja, ada juga sedikit terbetik niat di hati. Tapi setelah ditimbang-timbang, aku akhirnya selalu membatalkan niat ikut seleksi PNS. Selama hidupku meyandang gelar sarjana, hanya sekali aku mencoba ikut seleksi. Itu pun terjadi karena saat itu aku sedang dalam kondisi perekonomian yang morat-marit dan sedang jadi pengangguran di negeri orang (Tanjungpinang, Kepri). Hasilnya, jelas aku gak berhasil. Maklum bukan putra daerah, he he he.<br />
Sebenarnya jadi PNS atau tidak, bukanlah hal penting. Karena aku percaya semua profesi sama saja. Selalu terbuka peluang untuk bekerja secara profesional atau tidak. Meski sering mendapat sorotan negatif, aku yakin masih ada segelintir PNS yang memilih bekerja sungguh-sungguh dan jujur. Memang, selama ini citra PNS masih jelek gara-gara yang masuk tidak terseleksi dengan baik dan masih diwarnai aksi KKN. Seperti kata dosen statistik yang mengajar pada mata kuliah Statistik Sosial, &#8220;Garbage In, Garbage Out&#8221;. Karena itulah kalau kualitas PNS di negeri ini mau bagus, proses seleksinya juga harus jujur dan transparan. Jangan lagi ada dusta di antara kita!. ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bintangsatria.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bintangsatria.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bintangsatria.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bintangsatria.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bintangsatria.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bintangsatria.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bintangsatria.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bintangsatria.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bintangsatria.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bintangsatria.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bintangsatria.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bintangsatria.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bintangsatria.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bintangsatria.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=181&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bintangsatria.wordpress.com/2009/10/18/rebutan-peluang-jadi-pns/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c494bfb2f5c727d11ead48fdbd3ca561?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangsatria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2009/10/berkas_cpns.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">berkas_cpns</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8216;Public Enemy&#8217; itu Bernama PLN</title>
		<link>http://bintangsatria.wordpress.com/2009/10/12/public-enemy-itu-bernama-pln/</link>
		<comments>http://bintangsatria.wordpress.com/2009/10/12/public-enemy-itu-bernama-pln/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 14:21:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangsatria</dc:creator>
				<category><![CDATA[sudut pandang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bintangsatria.wordpress.com/2009/10/12/public-enemy-itu-bernama-pln/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ada yang nanya, perusahaan apa yang paling sering dimaki oleh orang Riau? Saya berani bertaruh jawabannya pasti PT PLN. Saya bahkan berani taruhan potong telinga. Setidaknya, saya dan beberapa tetangga di perumahan tempat saya tinggal termasuk yang melakukannya setiap kali perusahaan negara tersebut memadamkan aliran listrik. Demikian juga sanak kerabat dan rekan-rekan saya, mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=176&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://bintangsatria.wordpress.com/2009/10/12/public-enemy-itu-bernama-pln/anti-2/' title='anti'><img data-attachment-id='177' data-orig-size='200,265' data-liked='0'width="113" height="150" src="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2009/10/anti1.jpg?w=113&#038;h=150" class="attachment-thumbnail" alt="anti" title="anti" /></a>

<p>Kalau ada yang nanya, perusahaan apa yang paling sering dimaki oleh orang Riau? Saya berani bertaruh jawabannya pasti PT PLN. Saya bahkan berani taruhan potong telinga. Setidaknya, saya dan beberapa tetangga di perumahan tempat saya tinggal termasuk yang melakukannya setiap kali perusahaan negara tersebut memadamkan aliran listrik. Demikian juga sanak kerabat dan rekan-rekan saya, mereka kerap mengucapkan berbagai kecaman atas tindakan PLN yang semena-mena memadamkan listrik.</p>
<p>Inilah susahnya kalau listrik pengelolaannya dimonopoli oleh sebuah perusahaan. PLN memang memiliki kekuasaan yang absolut terhadap listrik di negeri ini. Dan lagi-lagi kita harus mengakui ungkapan Lord Acton yang mengatakan bahwa, &#8220;kekuasaan cenderung korup, dan kekuasaan yang absolut pasti akan korup&#8221;.<span id="more-176"></span></p>
<p>Nah, dengan &#8216;kekuasaannya&#8217; yang absolut itulah, PLN tak mau ambil pusing dengan keluhan rakyat yang menderita akibat pemadaman listrik. PLN juga tak mau peduli dengan ratusan usaha yang menderita kerugian akibat terputusnya liran setrum tersebut. Padahal, tidak sedikit pengusaha kecil yang memulai usahanya dengan meminjam uang ke bank.</p>
<p>Manajemen PLN di Riau hanya peduli dengan sekelompok pejabat saja. Ketika para petinggi Partai Golkar berembug secara nasional di Riau, listrik dapat nyala 24 jam. Manajemen PLN mengerahkan segala daya dan upayanya untuk mengamankan Munas Golkar tetap terang benderang, walaupun sebagian elit parpol lebih suka main &#8216;gelap-gelapan&#8217; saat melakukan lobby-lobby politik.</p>
<p>Munas usai, terang pun usai. PLN kembali membuat Pekanbaru gelap. Tak perlu repot-repot bertanya soal alasan, karena manajemen PLN sudah menyiapkan seribu alasan untuk disampaikan kepada pers. Yang pasti, pihak PLN kembali menyumbat telinganya dari sumpah serapah dan hujatan warga. Tak perlu takut, karena orang Riau sangat sabar dan biasa hidup menderita dan pemimpinnya juga gak peduli karena rumah mereka dijamin terang benderang. Para pejabat Riau juga gak perlu capek-capek mengipas-ngipas anak mereka yang merengek kepanasan seperti yang dilakukan ribuan warga di waktu malam.</p>
<p>Sebagai sebuah perusahaan, PLN pun benar-benar kapitalis sejati. Buktinya, sudahlah sesuka hati memadamkan listrik 6 sampai 12 jam sehari, tagihan listrik tetap saja tinggi. Padahal logikanya, jika pemakaian berkurang, maka pembayaran juga berkurang. Tapi memang dasar perusahaan ini menerapkan hukum drakula, maka mereka tetap menghisap habis darah mangsanya.</p>
<p>Nah, kalau kalian bertanya kepadaku perusahaan apa yang paling brengsek di muka bumi ini, maka akan kujawab dengan cepat, PLN! ya.. PLN. ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bintangsatria.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bintangsatria.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bintangsatria.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bintangsatria.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bintangsatria.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bintangsatria.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bintangsatria.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bintangsatria.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bintangsatria.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bintangsatria.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bintangsatria.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bintangsatria.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bintangsatria.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bintangsatria.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=176&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bintangsatria.wordpress.com/2009/10/12/public-enemy-itu-bernama-pln/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c494bfb2f5c727d11ead48fdbd3ca561?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangsatria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2009/10/anti1.jpg?w=113" medium="image">
			<media:title type="html">anti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Caleg Gila</title>
		<link>http://bintangsatria.wordpress.com/2009/03/28/caleg-gila/</link>
		<comments>http://bintangsatria.wordpress.com/2009/03/28/caleg-gila/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 13:07:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangsatria</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bintangsatria.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari belakangan ini sejumlah media tampak rajin menyiarkan berita tentang persiapan sejumlah Rumah Sakit Jiwa (RSJ) menampung para calon anggota legislatif yang akan mengalami gangguan jiwa. Sejumlah RSJ di tanah air menyatakan sudah menyiapkan kamar khusus untuk merawat para caleg yang gagal meraih kursi legislatif. Di RSJ Tampan Pekanbaru misalnya, kamar khusus seluas 8 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=172&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari belakangan ini sejumlah media tampak rajin menyiarkan berita tentang persiapan sejumlah Rumah Sakit Jiwa (RSJ) menampung para calon anggota legislatif yang akan mengalami gangguan jiwa. Sejumlah RSJ di tanah air menyatakan sudah menyiapkan kamar khusus untuk merawat para caleg yang gagal meraih kursi legislatif.</p>
<p>Di RSJ Tampan Pekanbaru misalnya, kamar khusus seluas 8 X 10 meter dengan kapasitas daya tampung sebanyak 20 bed disiapkan untuk menanti para &#8216;tamu terhormat&#8217; itu. Fasilitasnya juga agak berbeda dengan pasien lainnya, ibarat hotel, fasilitasnya tentu ala hotel berbintang, bukan kelas losmen atau wisma.<span id="more-172"></span></p>
<p>Di-blow up-nya berita soal persiapan RSJ menampung para caleg gagal memang terkesan menakut-nakuti. Tapi mungkin, teman-teman di media hanya sekadar ingin mengingatkan para caleg agar mempersiapkan mental mereka menghadapi kegagalan yang menyakitkan. Apalagi dari realitas yang dapat kita lihat sehari-hari, tidak sedikit caleg yang begitu ngotot untuk bisa duduk di kursi dewan yang terhormat. Bahkan menurut informasinya, ada caleg yang rela ngutang ratusan juta atau menggadaikan hartanya untuk kebutuhan kampanye dan sosialisasi.</p>
<p>Soal persiapan RSJ menyambut caleg gila tentu merupakan hal yang patut kita dukung. Sebab kalau tidak diantisipasi kita khawatir mereka yang stress berat ini malah mengganggu ketentraman umum. Apalagi di Riau, jumlah orang gila susah cukup banyak dan tidak tertangani dengan baik oleh instansi terkait. Namun, yang harus kita ingat bersama bahwa sekarang ini jangan hanya mereka stres akibat gagal pemilu saja yang perlu mendapat perhatian, mereka yang stress akibat kehilangan pekerjaan atau akibat tekanan ekonomi juga harus mendapat perhatian serupa. Toh mereka kan sama-sama warga negara. Jadi jangan mentang-mentang sudah ikut jadi kontestan pemilu, mereka terus diberi fasilitas istimewa.</p>
<p>Selain itu, mereka yang sukses meraih jabatan anggota dewan juga perlu mendapat perhatian dari para pakar kejiwaan. Sebab sesungguhnya kondisi kejiwaan mereka juga rawan mengalami gangguan. Memang bentuknya tidak seperti mereka yang stress akibat gagal. Mereka yang berhasil duduk di kursi dewan juga berpotensi menjadi gila kuasa dan gila harta.</p>
<p>Ini jelas lebih berbahaya dan serius. Kalau mereka yang gila karena gagal, paling cuma bisa tertawa sendiri atau nangis sendiri. Tapi mereka yang gila jabatan, gila kekuasaan, kemudian jadi gila korupsi, bisa bikin orang banyak menangis dan menderita.</p>
<p>Jadi, saya sarankan agar pihak RSJ Pekanbaru juga mempersiapkan tim khusus untuk memantau kejiwaan para caleg yang berhasil duduk di kursi dewan. Jika memang sudah mulai ada tanda-tanda mengalami gila kekuasaan dan gila jabatan, segera digabungkan dengan kolega-kolega mereka yang stress akibat gagal jadi anggota dewan. Setidaknya biar bisa sama-sama kampanye di RSJ agar hati-hati kalau mau jadi wakil rakyat. ***</p>
<p>Pondok Ratu, 27 Maret 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bintangsatria.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bintangsatria.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bintangsatria.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bintangsatria.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bintangsatria.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bintangsatria.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bintangsatria.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bintangsatria.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bintangsatria.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bintangsatria.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bintangsatria.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bintangsatria.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bintangsatria.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bintangsatria.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=172&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bintangsatria.wordpress.com/2009/03/28/caleg-gila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c494bfb2f5c727d11ead48fdbd3ca561?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangsatria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ponari dan Kebodohan yang Tak Kunjung Usai</title>
		<link>http://bintangsatria.wordpress.com/2009/02/18/ponari-dan-kebodohan-yang-tak-kunjung-usai/</link>
		<comments>http://bintangsatria.wordpress.com/2009/02/18/ponari-dan-kebodohan-yang-tak-kunjung-usai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 14:57:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangsatria</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bintangsatria.wordpress.com/2009/02/18/ponari-dan-kebodohan-yang-tak-kunjung-usai/</guid>
		<description><![CDATA[Orang Indonesia makin aneh bin ajaib. Di zaman yang sudah serba cyber kayak sekarang ini, masih saja keranjingan urusan supranatural. Yang tambah bikin kita ngurut dada (bukan remas dada lho, apalagi dada janda sebelah rumah), gara-gara urusan serba gak jelas itu, orang rela menyabung nyawa. Fenomena yang menyedihkan ini telah kita saksikan bersama dalam kasus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=170&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang Indonesia makin aneh bin ajaib. Di zaman yang sudah serba cyber kayak sekarang ini, masih saja keranjingan urusan supranatural. Yang tambah bikin kita ngurut dada (bukan remas dada lho, apalagi dada janda sebelah rumah), gara-gara urusan serba gak jelas itu, orang rela menyabung nyawa. <span id="more-170"></span><br />
Fenomena yang menyedihkan ini telah kita saksikan bersama dalam kasus Ponari, dukun cilik yang digembar-gemborkan oleh keluarganya, memiliki batu petir yang sakti mandraguna. Konon batu petir ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Akibatnya ribuan orang rela antri dan desak-desakan untuk dapat berobat dengan Ponari. Bahkan, akibat terlalu antusiasnya berdesakan, sempat terjadi korban tewas segala. Weleh&#8230;weleh.. Eduaaan tenan.<br />
Soal ghaib dan mistis memang tak bisa dinafikan keberadaannya. Dalam perspektif Islam pun kita banyak berhadapan dengan persoalan yang ghaib-ghaib, termasuk keberadaan Allah, Malaikat, Surga, dan Neraka. Dalam sejarah kenabian pun banyak cerita tentang hal-hal yang supranatural, seperti mukzizat para nabi, dari yang anti api, bertahan hidup di dalam perut ikan, membelah lautan, sampai yang paling spektakuler kisah Isra&#8217; dan Mi&#8217;raj Rasulullah SAW.<br />
Meski masalah supranatural merupakan fenomena yang wajib kita terima, namun bukan berarti semua hal yang berbau supranatural harus kita yakini. Sebab jangan lupa, Syaitan yang merupakan musuh abadi umat manusia juga fenomena supranatural. Celakanya, Bung Syaitan ini juga diberi kemampuan oleh Allah untuk bermain-main di wilayah yang sulit dicerna oleh pikiran rasional.<br />
Nah, hal ini lah yang patut kita waspadai. Jangan semua hal yang ghaib-ghaib kita anggap sebagai sesuatu yang harus kita percaya atau kita ikuti. Sebab Islam, meski mewajibkan umatnya percaya kepada hal-hal ghaib, tapi juga menganjurkan kita untuk lebih mengutamakan rasionalitas, khususnya dalam menghadapi persoalan-persoalan sosial. Apa yang menjadi urusan di dunia, lebih baik dijalani dengan cara-cara yang rasional atau gabungan antara keduanya. Itu pun harus diperhatikan betul apakah urusan supranatural itu sesuai syariah atau malah mainannya Om Syaitan.<br />
Dalam kasus mengobati penyakit, rasanya agama dengan tegas menyuruh kita untuk menggunakan cara-cara rasional (medis). Kemampuan manusia untuk mengembangkan ilmu kedokteran menjadi tanda-tanda yang jelas betapa kita harus mengatasi masalah penyakit ini dengan cara yang rasional. Kalaupun mau dipadu dengan cara supranatural, silahkan saja lewat zikir dan doa-doa kepada Allah secara langsung. Bukan minta tolong melalui batu petir, batu cincin, bahkan air kotoran yang mengalir dari WC nya keluarga Ponari (seperti yang dilakukan sejumlah &#8216;pasien&#8217; sang dukun cilik).<br />
Fenomena masyarakat kita yang begitu keranjingan berdukun ini nampaknya perlu mendapat perhatian serius dari para pemimpin dan alim ulama di negeri ini. Harus ada &#8216;action&#8217; yang serius untuk mengembalikan umat kepada rasionalitas dan syariah. Apa tidak malu jika kelakuan orang Indonesia yang rela mati cuma gara-gara ingin mendapat pengobatan alternatif yang belum tentu kebenarannya terus menyebar ke seluruh penjuru bumi. Mau diletak di mana muka para pemimpin dan ulama. Atau jangan-jangan mereka memang sudah tak peduli atau mungkin terlalu sibuk ngurusi politik? Ah entahlah&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bintangsatria.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bintangsatria.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bintangsatria.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bintangsatria.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bintangsatria.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bintangsatria.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bintangsatria.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bintangsatria.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bintangsatria.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bintangsatria.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bintangsatria.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bintangsatria.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bintangsatria.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bintangsatria.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=170&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bintangsatria.wordpress.com/2009/02/18/ponari-dan-kebodohan-yang-tak-kunjung-usai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c494bfb2f5c727d11ead48fdbd3ca561?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangsatria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Tragedi Zakat Pasuruan</title>
		<link>http://bintangsatria.wordpress.com/2008/09/15/belajar-dari-tragedi-zakat-pasuruan/</link>
		<comments>http://bintangsatria.wordpress.com/2008/09/15/belajar-dari-tragedi-zakat-pasuruan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 09:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangsatria</dc:creator>
				<category><![CDATA[humaniora]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bintangsatria.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Hati-hati membagi sedekah atau zakat kepada fakir miskin. Jika tidak, bukan manfaat yang didapat, tapi justru mudharat dan bencana yang datang. Hal inilah yang kini dialami H Syaikon, seorang pengusaha di Kota Pasuruan, Jawa Timur. Niat baiknya membagikan zakat kepada kaum fakir miskin berubah menjadi malapetaka. Sesuai pengumuman yang dikeluarkan H Syaikon, Senin pagi (15/9) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=159&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_165" class="wp-caption alignleft" style="width: 295px"><a href="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2008/09/mayat-dalam.jpg"><img class="size-full wp-image-165 " title="mayat korban" src="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2008/09/mayat-dalam.jpg?w=645" alt="www.detik.com"   /></a><p class="wp-caption-text">www.detik.com</p></div>
<p><strong>Hati-hati</strong> membagi sedekah atau zakat kepada fakir miskin. Jika tidak,  bukan manfaat yang didapat, tapi justru mudharat dan bencana yang datang. Hal inilah yang kini dialami H Syaikon, seorang pengusaha di Kota Pasuruan, Jawa Timur. Niat baiknya membagikan zakat kepada kaum fakir miskin berubah menjadi malapetaka.</p>
<p>Sesuai pengumuman yang dikeluarkan H Syaikon, Senin pagi (15/9) dirinya bermaksud menyerahkan zakat kepada fakir miskin di kediamannya. Informasi ini langsung menyebar dari mulut ke mulut. sekitar 5 ribu warga Kota Pasuruan dan sekitarnya pun mengantre pembagian uang zakat sebesar Rp 40 ribu yang dilakukan H Syaikon.  Fakir miskin tersebut mengantre sejak pukul 04.00 WIB.</p>
<p>Jumlah warga yang mendatangi rumah H Syaikon jelas di luar dugaan. Mereka pun mulai desak-desakan dan saling dorong karena takut tak kebagian zakat. Ironisnya, selaku tuan rumah, H Syaikon tidak pula mempersiapkan sistem pembagian yang baik, selain itu ia juga tak melibatkan aparat keamanan setempat untuk mengawal pelaksanaan pembagian zakat.  Akhirnya, acara pembagian zakat pun berakhir tragis dengan meninggalnya 21 orang akibat terjepit dan terinjak-injak.<span id="more-159"></span></p>
<p>Peristiwa seperti ini sebenarnya bukan baru sekali terjadi. Tahun lalu, peristiwa pembagian zakat yang berujung pada kematian juga pernah terjadi.  Demikian juga dalam aksi sosial pembagian sembako yang dilaksanakan di berbagai daerah di tanah air, juga kerap diwarnai aksi dorong-dorongan dan rebutan jatah.  Ini artinya, mendatangkan massa dalam jumlah besar untuk menerima bantuan, jelas merupakan perbuatan yang beresiko tinggi.</p>
<p>Mengeluarkan zakat atau sedekah jelas perbuatan yang mulia. Di tengah kemiskinan yang makin membelit sebagian masyarakat Indonesia, zakat, infak, atau sedekah ibarat setetes embun pelepas dahaga di padang gersang.  Kaum fakir miskin di negeri ini tentu tak mau melewatkan kesempatan baik ini begitu saja, walaupun terkadang jumlah uang atau bahan makanan yang didapat tidaklah seberapa. Tak heran jika sering kita melihat bagaimana antusiasnya masyarakat miskin &#8216;menyerbu&#8217; acara pembagian sedekah atau zakat yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kelebihan rezeki.</p>
<p>Karena itu, siapa pun yang hendak melakukan perbuatan baik berupa pembagian sedekah atau zakat hendaknya selalu memperhitungkan faktor keamanan dan keselamatan. Mereka harus melaporkan rencana pembagian sedekah atau zakat ini kepada pihak terkait, baik pemerintah setempat maupun aparat keamanan. Sehingga bisa dilakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.</p>
<p>Pembagian Zakat, Infak atau sedekah sebenarnya juga tak mesti harus diserahkan sendiri. Hal ini bisa melalui lembaga-lembaga pengelola zakat yang profesional. Biarlah lembaga-lembaga yang sudah memiliki jaringan kerja dan struktur organisasi yang rapi tersebut kita percayakan untuk mendistribusikan zakat dan sedekah kita. Soal pahala, rasanya tidak ada bedanya antara menggunakan tenaga lembaga pengelola zakat dengan kita salurkan sendiri.</p>
<p>Selain persoalan mekanisme penyaluran zakat yang harus dipersiapkan secara matang, tragedi Zakat di Pasuruan ini juga menjadi isyarat bagi kita semua betapa persoalan kemiskinan masih menjadi pekerjaan besar bagi negara dan seluruh elemen masyarakat. Kemiskinan gampang membuat orang panik dan gelap mata.  Kemiskinan, jika terus dibiarkan, akan terus menimbulkan berbagai kerawanan sosial. Oleh karena itu, pemerintah dan seluruh stake holdernya harus bekerja keras mengentaskan kemiskinan di negeri ini dengan membuat kebijakan yang berpihak pada masyarakat miskin. ***</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bintangsatria.wordpress.com/159/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bintangsatria.wordpress.com/159/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bintangsatria.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bintangsatria.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bintangsatria.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bintangsatria.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bintangsatria.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bintangsatria.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bintangsatria.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bintangsatria.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bintangsatria.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bintangsatria.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bintangsatria.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bintangsatria.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bintangsatria.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bintangsatria.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bintangsatria.wordpress.com&amp;blog=1297853&amp;post=159&amp;subd=bintangsatria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bintangsatria.wordpress.com/2008/09/15/belajar-dari-tragedi-zakat-pasuruan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c494bfb2f5c727d11ead48fdbd3ca561?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangsatria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bintangsatria.files.wordpress.com/2008/09/mayat-dalam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mayat korban</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
