Apa jadinya jika sekelompok orang bertemu setelah terpisah hampir 20 tahun? Ah, tentunya sulit sekali untuk diucapkan dengan kata-kata. Pasti ada banyak rasa berkecamuk dalam dada. Senang, haru, lucu, bingung, takjub, bercampur jadi satu. Pertemuan yang istimewa ini pastilah tak mungkin dapat dilupakan begitu saja.
Ini jugalah yang pasti terjadi pada kita semua, alumni SMPN 2 tahun 1990, yang sabtu (28/2) lalu bertemu kembali setelah berpisah hampir 20 tahun. This is a great reunion!!! Semua pasti setuju. Betapa terharunya saat melihat dua orang sahabat yang dulu mungkin sebangku saat sekolah berteriak sambil berpelukan melepas kerinduan. Atau ada juga yang bingung saat disapa seseorang yang begitu hangat sementara kita sudah tak siapa orang tersebut. Dan betapa lucunya saat kita saling mengingat kenakalan dan kejahilan masa remaja ketika masih berseragam putih biru. Kita juga merasa takjub saat menyaksikan foto-foto jadul kita terpampang di layar dan menyaksikan telah banyak yang berubah pada diri kita.
Waktu memang terasa begitu cepat berlalu kawan. 20 tahun yang lalu kita mungkin hanyalah sekelompok anak remaja yang tak begitu memahami persoalan hidup. Pertemanan yang kita jalin pun hanyalah pertemanan biasa bagaimana layaknya orang-orang yang memiliki kesamaan minat dan kesenangan. Beberapa dari kita mungkin juga mulai mengenal perasaan saling tertarik dengan lawan jenis. Namun itu tidak berlangsung lama karena kita kemudian sudah harus terpisah satu sama lain demi mencari jalannya sendiri-sendiri.
Waktu tiga tahun boleh jadi bukan waktu yang lama, tapi juga bukan waktu yang sebentar untuk menciptakan berbagai peristiwa yang layak untuk dikenang. Kita pernah tertawa bersama, terluka bersama, saling marah, bahkan sampai saling tinju. Semua itu menjadi bagian yang membentuk kedewasaan kita.
Semua inilah yang membuat pertemuan selama enam jam itu terasa sangat singkat. Rasanya kita perlu berhari-hari untuk mengurai kembali kisah-kisah lama itu. Namun keinginan itu tak mungkin dapat kita lakukan karena masih banyak tugas lain yang harus kita laksanakan.
Kita memang patut bersyukur karena masih dapat bertemu kembali dalam reuni kemarin. Kita juga patut berterima kasih kepada teman-teman yang begitu antusias mewujudkan mimpi kita untuk kembali bertemu dengan teman-teman lama. Sampai bertemu pada pertemuan selanjutnya, semoga sukses mengiringi kita semua.
Pekanbaru, 1 Maret 2010






