Caleg Gila

Beberapa hari belakangan ini sejumlah media tampak rajin menyiarkan berita tentang persiapan sejumlah Rumah Sakit Jiwa (RSJ) menampung para calon anggota legislatif yang akan mengalami gangguan jiwa. Sejumlah RSJ di tanah air menyatakan sudah menyiapkan kamar khusus untuk merawat para caleg yang gagal meraih kursi legislatif.

Di RSJ Tampan Pekanbaru misalnya, kamar khusus seluas 8 X 10 meter dengan kapasitas daya tampung sebanyak 20 bed disiapkan untuk menanti para ‘tamu terhormat’ itu. Fasilitasnya juga agak berbeda dengan pasien lainnya, ibarat hotel, fasilitasnya tentu ala hotel berbintang, bukan kelas losmen atau wisma.

Di-blow up-nya berita soal persiapan RSJ menampung para caleg gagal memang terkesan menakut-nakuti. Tapi mungkin, teman-teman di media hanya sekadar ingin mengingatkan para caleg agar mempersiapkan mental mereka menghadapi kegagalan yang menyakitkan. Apalagi dari realitas yang dapat kita lihat sehari-hari, tidak sedikit caleg yang begitu ngotot untuk bisa duduk di kursi dewan yang terhormat. Bahkan menurut informasinya, ada caleg yang rela ngutang ratusan juta atau menggadaikan hartanya untuk kebutuhan kampanye dan sosialisasi.

Soal persiapan RSJ menyambut caleg gila tentu merupakan hal yang patut kita dukung. Sebab kalau tidak diantisipasi kita khawatir mereka yang stress berat ini malah mengganggu ketentraman umum. Apalagi di Riau, jumlah orang gila susah cukup banyak dan tidak tertangani dengan baik oleh instansi terkait. Namun, yang harus kita ingat bersama bahwa sekarang ini jangan hanya mereka stres akibat gagal pemilu saja yang perlu mendapat perhatian, mereka yang stress akibat kehilangan pekerjaan atau akibat tekanan ekonomi juga harus mendapat perhatian serupa. Toh mereka kan sama-sama warga negara. Jadi jangan mentang-mentang sudah ikut jadi kontestan pemilu, mereka terus diberi fasilitas istimewa.

Selain itu, mereka yang sukses meraih jabatan anggota dewan juga perlu mendapat perhatian dari para pakar kejiwaan. Sebab sesungguhnya kondisi kejiwaan mereka juga rawan mengalami gangguan. Memang bentuknya tidak seperti mereka yang stress akibat gagal. Mereka yang berhasil duduk di kursi dewan juga berpotensi menjadi gila kuasa dan gila harta.

Ini jelas lebih berbahaya dan serius. Kalau mereka yang gila karena gagal, paling cuma bisa tertawa sendiri atau nangis sendiri. Tapi mereka yang gila jabatan, gila kekuasaan, kemudian jadi gila korupsi, bisa bikin orang banyak menangis dan menderita.

Jadi, saya sarankan agar pihak RSJ Pekanbaru juga mempersiapkan tim khusus untuk memantau kejiwaan para caleg yang berhasil duduk di kursi dewan. Jika memang sudah mulai ada tanda-tanda mengalami gila kekuasaan dan gila jabatan, segera digabungkan dengan kolega-kolega mereka yang stress akibat gagal jadi anggota dewan. Setidaknya biar bisa sama-sama kampanye di RSJ agar hati-hati kalau mau jadi wakil rakyat. ***

Pondok Ratu, 27 Maret 2009

Explore posts in the same categories: 1

3 Comments on “Caleg Gila”


  1. Kalau gila mungkin masih lebih baik,malah ada yang tidak sempat gila tapi malah langsung bunuh diri. Ini berita dari koran harian seorang wanita ditemukan tewas gantung diri di sebuah gubuk,penyebabnya sih hanya Allah yang tahu tetapi pihak lain menyimpulkan bahwa motif bunuh diri karena gagal menjadi caleg DPRD Kota Banjar,Jawa Barat.
    Baca berita koran seperti itu, saya jadi bingung apa ya yang sebenarnya motif mereka mencalonkan sebagai dewan legislatif?


  2. Hallo bang Satria.. pa kabar?
    Berhubung saya mengikuti kontes SEO, saya mohong kepada bang Lupuzz untuk menggati link blog saya dengan link dan teks dibawah ini:
    link: http://pekanbaru-riau.blogspot.com/2009/06/rusli-zainal-sang-visioner.html
    teks: Rusli Zainal Sang Visioner

    Untuk sementara waktu, link bang Satria saya pindahkan ke blog http://riaudailyphoto.blogspot.com/, yang berpagerank 4..
    Saya tunggu peng-update-an link saya ya bang.. :)

  3. marshmallow Says:

    bang saaaatt!!! huaaaa…
    gak nyangka bang sat bloger juga.
    kok baru ketauan?
    o-em-jiiii…
    bang sat sekarang tinggal di mana?
    kok nggak ada halaman profilnya?
    tulisan ini keren, apalagi paragraf terakhir.matap! sayang udah lama banget kayaknya blognya nggak update. ayo nulis lagi…


Comment: