Ketika Bungai Bangkai Merekah di Halaman

14-kaki.jpg 

Meski sudah sering ditemukan tumbuh di berbagai tempat, namun kehadiran bunga Bangkai (Raflesia Arnoldi) tetap saja mengundang rasa penasaran masyarakat sekitarnya. Kali ini, bunga bangkai ini muncul di halaman warga kawasan Kulim, Pekanbaru, Riau. Berikut laporan Linda, wartawan Metro Riau mengenai kehadiran bunga bangkai tersebut.

Keluarga Mashudi dikejutkan dengan tumbuhnya Bunga Bangkai (Raflesia Arnoldi) di halaman samping rumahnya. Saat pertama kali melihat, Bunga Bangkai itu dia anggap onggokan kain di atas tanah.
“Awalnya seperti onggokan kain berwarna merah yang terletak di atas tanah. Tapi lama-lama kain (bunga) itu terus merekah dari permukaan tanah dan membesar,” ujar Mashudi kepada Metro Riau, Selasa (11/3).
Bunga Bangkai itu tumbuh persis di samping pohon Mahkota Dewa yang ditanam Suharti, istri Mashudi, di Jalan Utama simpang Pemuda Kulim. Selama satu minggu kuncup bunga, yang awalnya dikira kain, terus meninggi dan keluar kelopak bunga yang baru mekar pada Sabtu (8/3) lalu.
Menurut Mashudi, saat Bunga Bangkai itu merekah berwarna merah darah dan basah. Jika malam hari, bunga itu mengeluarkan bau tak sedap dan mengundang perhatian lalat hijau. “Baunya seperti bangkai ular dan banyak lalat,” tambahnya.
Selama tiga hari, Bunga Bangkai terus mekar. Namun sejak kemarin, warna merah di kuncup dan kelopak bunga itu mulai memudar dan berubah menjadi ungu. Baunya pun tidak lagi menyegat karena bunga mulai mengering.
Tumbuhnya Bunga Bangkai, membuat masyarakat sekitar rumah Mashudi heboh. Mereka berbondong-bondong melihat bunga langka tersebut. “Kalau malam hari kelihatan seperti hidup. Warna bunga juga lebih indah, apalagi kalau disorot dengan lampu motor,” tutur seorang warga.
Namun yang lebih menarik perhatian, sari bunga di bawah kuncup berubah warna hanya dalam waktu setengah jam. “Awalnya berwarna putih, tidak lama setelah itu berubah menjadi warna kuning,” kata Suharti.
Selain didatangi masyarakat, Bunga Bangkai juga menarik perhatian siswa SD dan SMA di Kulim. Para siswa datang bersama guru dan mengabadikan bunga dengan kamera. “Mereka melihat bunga ini untuk penelitian. Apalagi Bunga Bangkai jarang ada di Pekanbaru,” tutur Mashudi. ***

Explore posts in the same categories: humaniora

3 Comments on “Ketika Bungai Bangkai Merekah di Halaman”

  1. Infokiat Says:

    Selama ini bunga bangkai hanya dianggap fauna Bengkulu, padahal di Riau juga banyak tumbuh. Terutama di TNBT dan daerah sekitarnya seperti di wilayah Seberida dan Peranap. Belum lama ini, Peranap juga dihebohkan bunga serupa di Katipo Desa Pauhranap Kec. Peranap, sayang tidak ada yang mengekspos.

  2. Masruding.bone Says:

    Sedikit info untuk berbagi pengetahuan.
    Yang dinamakan Bunga Bangkai sebenarnya banyak sekali, asalkan ia mengeluarkan aroma seperti bau bangkai, ya bunga bangkailah namanya, tapi ada jenisnya masing-masing. Yang disebut Raflesia Arnoldi adalah bunga bangkai jenis parasit, bentuknya seperti jamur raksasa berdiameter lebih kurang setengah meteran, dan dia hanya tumbuh di batang dan tidak tumbuh di tanah dan tidak bisa dibudidayakan atau dipindahkan dari tempat aslinya. Kalau yang mekar di Kulim Pekanbaru-Riau ini adalah jenis Amorphophalus Campanulatus dan bisa dibudidayakan, Saya adalah salah satu kolektor yang sudah membudidayakan sejak lama, sebenarnya kalau bunga ini mengeluarkan aroma bau bangkai itu tidaklah berlangsung lama, biasanya hanya lebih kurang 6 jam, setelah itu tidakkan ada lagi bau busuk sampai ia layu, sampai saat ini saya sudah mengkoleksi 7 jenis Bunga Bangkai yang saya koleks dari berbagai daerah seperti Jawa tengah,jawa timur, jambi dan Riau.

  3. Tun Jang Says:

    Photo di atas bukan rafflesia, tapi photo bunga bangkai


Comment: