Mengintip Kelahiran Bayi ‘Kabisat’ di Pekanbaru
Bayi yang lahir di tanggal 29 Februari biasanya disambut orang tuanya dengan cara berbeda. Maklum, si bayi hanya akan merayakan ulangtahunnya empat tahun sekali. Berikut kisah tiga ibu yang melahirkan anaknya tepat pada tanggal 29 Februari 2008 yang ditulis wartawan harian Metro Riau, Sri Lestari dan Andy :
Di salah satu kamar perawatan berukuran 4×4 meter di Rumah Bersalin Labuh Baru Jalan Durian Pekanbaru tergolek tubuh lemah seorang perempuan berkulit kuning langsat. Wanita berdaster kotak-kotak hitam itu terlihat masih pucat ketika seorang bidan menghampirinya.
Bidan itu lalu membisikkan sesuatu di telinga perempuan itu. Sesaat, perempuan yang masuk kemarin pagi di rumah bersalin itu tersenyum dan mengangguk. “Apa yang bisa saya bantu mbak,” tanyanya ramah pada Metro Riau, Jumat (29/2).
Ketika maksud dan tujuan disampaikan kepadanya, ibu muda bernama lengkap Maria (30) itu dengan rona wajah gembira langsung berbagi cerita tentang kelahiran putra pertamanya itu. “Syukurlah, anak saya lahir dengan selamat. Ini kado istimewa pertama yang diberikan Tuhan pada kami,” ujar perempuan yang mengaku termotivasi melahirkan dengan cara normal.
Dengan suaranya lirih, Maria mengaku sedikit sedih saat hendak melahirkan, pukul 14.55 WIB, Jumat (29/2). Pasalnya, ia tidak didampingi suaminya, Bambang (30). Namun sebagai perempuan yang memang sudah ditempa untuk bisa tegar dan mandiri, proses kelahiran anak pertamanya itu pun dilaluinya dengan ketabahan dan keikhlasan.
“Saat bertaruh nyawa tak banyak yang saya minta, selain semoga anak saya lahir dengan sempurna dan sehat,” tuturnya dalam mata menerawang.
Rupanya, perempuan yang berdomisili di Jalan Lili II ini tak banyak tahu soal tahun kabisat. Dirinya hanya tahu tanggal 29 Februari adanya hanya empat tahun sekali. “Oh, jadi anak saya lahir pada tahun kabisat ya. Wah kalau begitu, dia punya ulang tahun empat tahun sekali lah ya,” ujar perempuan ini dengan logat Bataknya yang kental.
Keinginan ibu muda itu pun tidak neko-neko. Sama dengan orang tua-orang tua lainnya, Maria berharap kehadiran puteranya itu membawa anugerah dan berkah bagi keluarganya. “Semoga menjadi anak yang soleh dan berbakti pada orang tua dan negara,” ungkapnya polos.
Di tempat terpisah Rosnidar (25) juga menyambut gembira kelahiran putri keduanya di tanggal yang tergolong keramat. “Ya sedikit istimewa lah. Tanggal ini kan adanya empat tahun sekali,” ujarnya saat dijumpai di kamar 101 Bourgenvile Rumah Bersalin Ibu dan Anak Eria Bunda, di Jalan KH Ahmad Dahlan, Pekanbaru.
Kendati tahun kabisat memberia arti tersendiri baginya, namun isteri Ery (27) ini mengaku hingga kini belum terpikir ingin memberi nama anaknya dengan bau-bau ‘kabisat’. “Namanya tunggu ayah dan kakek neneknya. Terserah mereka mau kasih nama apa,” ungkapnya sembari tersenyum.
Di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Merry (24) tak bisa menyembunyikan kegembiraanya. Anak pertamanya lahir dengan normal dan sehat pada Jumat (29/2) malam. “Saya belum kasih nama, biar bapaknya aja yang ngasih,” ujar Merry saat dikunjungi Metro di Ruang Camar di rumah sakit itu.
Merry mengaku tidak merancang agar buah hatinya itu lahir di tanggal 29 Februari. Ia bahkan mengaku terkejut dan baru mengetahui bila tanggal 29 Februari hanya datang tiap empat tahun sekali. “Wah, kapan merayakan ulang tahun pertamanya ya,” ujar Merry sambil tersenyum menatap bayi di sampingnya.
“Saya diberitahu tantenya anak ini, kalau dia lahir di tanggal 29 Februari. Berarti, dia merayakan ulang tahun setiap empat tahun sekali,” tambah Merry yang didampingi keluarganya.
Suaminya, Denni (24) juga mengaku terkejut soal tanggal kelahiran buah hati mereka. Menurut tantenya jarang-jarang ada anak yang melahirkan di tanggal 29 ini, karena itu hanya terjadi empat tahun sekali.
“Deni juga langsung suprise. Tapi lama-lama saya kepikiran juga, ntar kalo anaknya sudah besar terus melihat tanggal, ternyata tidak ada angka 29. Kalau belum gede, si anak tentu bingung kapan ulang tahunnya,” ujar Ami tersenyum lagi.
Tanggal 29 Februari merupakan hari ekstra yang ditambah pada akhir bulan Februari pada setiap tahun kabisat. Kelender Gregorian mengakui 29 Februari sebagai hari ke-60 di tahun kabisat.
Tanggal ini hanya ada pada tahun-tahun yang angkanya bisa dibagi angka 4 seperti 1992, 1996, atau 2004, kecuali pada tahun-tahun abad atau tahun yang berakhir dengan dua angka nol seperti 1800, 1900, dan 2000.
Tahun-tahun abad bukan tahun kabisat kecuali juga bisa dibagi dengan angka 400. Sebagai contoh, tahun 2000 adalah tahun abad namun karena bisa dibagi dengan 400, tahun tersebut adalah tahun kabisat sedangkan tahun 1900 bukan tahun kabisat karena tidak bisa dibagi 400.
Di Inggris, orang yang lahir tanggal 29 Februari dapat merayakan ulangtahunnya pada 28 Februari atau 1 Maret. Tahun 1256, pemerintah kerajaan Inggris menetapkan tanggal 29 Februari sebagai leap day. Secara hukum, orang yang lahir di tanggal itu umurnya diakui pada tanggal 28 Februari atau 1 Maret. (sri/andy)
November 29, 2008 at 5:08 am
Ass.. Wr, Wb..
Salam kenal..
saya merasa senang dan bangga dengan kemajuan komunitas blogger pekanbaru dan komunitas lainnya yang berbasis pada teknologi informasi.. mari kita trus tingkatkan kemajuan teknologi di bumi bertuah ini…
http://www.martiuspan.wordpress.com