PERKESEK

rumors_marylou.jpg

Belum lama ini dua orang anggota DPRD di Sumatera Barat tertangkap basah oleh polisi ketika sedang kencan di sebuah hotel. Kencan sesama wakil rakyat bahkan dimeriahkan pula dengan narkoba. Mungkin biar adegan ranjangnya bisa lebih hot. Ironisnya, kedua anggota dewan itu sudah sama-sama berkeluarga. Lengkaplah sudah kekonyolan mereka.
Saya tak hendak membahas soal sikap dan perilaku anggota dewan, sebab seluruh orang sudah mafhum adanya. Yang menarik dari kisah dua wakil rakyat yang tidak terhormat tadi adalah fenomena kencan sekantor. Istilah teman-teman saya  ‘Perkesek’. Pernah dengar gak? Perkesek itu singkatan dari Persatuan kencan sekantor.

Malam minggu lagee nih… Ah bagi yang masih bujangan atau yang sudah berkeluarga tapi masih merasa bujangan, malam minggu pasti malam yang ditunggu-tunggu. Tapi bagi saya, malam minggu sama saja dengan malam-malam yang lain. Tetap datang ke kantor dan melototi komputer.
Nah karena ini malam minggu, lebih enak ngebahas yang ringan-ringan aja, setuju kan? Masih seputar masalah cinta dan lika-likunya sih.
Belum lama ini dua orang anggota DPRD di Sumatera Barat tertangkap basah oleh polisi ketika sedang kencan di sebuah hotel. Kencan sesama wakil rakyat bahkan dimeriahkan pula dengan narkoba. Mungkin biar adegan ranjangnya bisa lebih hot. Ironisnya, kedua anggota dewan itu sudah sama-sama berkeluarga. Lengkaplah sudah kekonyolan mereka.
Saya tak hendak membahas soal sikap dan perilaku anggota dewan, sebab seluruh orang sudah mafhum adanya. Yang menarik dari kisah dua wakil rakyat yang tidak terhormat tadi adalah fenomena kencan sekantor. Istilah teman-teman saya  ‘Perkesek’. Pernah dengar gak? Perkesek itu singkatan dari Persatuan kencan sekantor.

Anggotanya terdiri dari karyawan yang menjalin hubungan asmara dengan karyawan lain yang masih satu perusahaan. Baik itu antara karyawan dengan karyawan yang masih sama-sama berstatus single, maupun ‘cinta terlarang’ antara karyawan yang sudah beristri atau bersuami dengan karyawan yang masih single. Bahkan konon ada juga yang sama-sama sudah berkeluarga. Ya seperti kisah dua anggota DPRD Sumbar tadi.
Di jaman yang konon katanya sudah edan, pola hubungan antara pria dan wanita memang tak sesederhana pada tempoe doeloe. Beban kerja yang begitu tinggi membuat banyak diantara kita yang stress dan butuh ‘pelampiasan’. Dan bagi mahluk yang bernama manusia, bentuk pelampiasan yang paling menarik tentu saja hubungan asmara. Tak heranlah jika ditengah interaksi sebagai sesama karyawan atau antara karyawan dan pimpinan, adakalanya tergelincir pada pola hubungan asmara.
Sebenarnya hal ini merupakan hal yang wajar. Sebab sejak dulu ada pepatah Jawa yang begitu tersohor yang bunyinya witing tresno jalaran soko kulino. Cinta itu tumbuh lantaran sering berjumpa. Karena itulah jaman dulu orang bisa menikah tanpa perlu pacaran. Sebab kalau sudah menikah dan hidup satu rumah, lama-kelamaan cinta bakal bersemi.
DI jaman modern seperti sekarang, pepatah ini pun tetap berlaku. Namun prinsip berumah tangga tanpa mengenal calon pasangan hidup jelas merupakan hal yang beresiko. Sebab manusia modern tak hanya hidup di rumah dan bekerja di ladang. Manusia modern selain hidup berumah tangga, juga bersosialisasi di kantor. Pertemuan demi pertemuan di kantor inilah yang pada akhirnya kembali mewujudkan pepatah Jawa yang tersohor itu.
Sekali lagi, tak ada yang salah dengan percintaan sesama rekan sekantor jika keduanya sama-sama masih berstatus single. Toh jujur saja, rumah tangga yang saya bina sekarang juga berawal dari Perkesek. Saya dan istri saya sama-sama penyiar di sebuah stasiun radio. Cinta bersemi dan akhirnya menikah.
Lantas bagaimana jika Perkesek yang berlangsung masuk kategori yang berbahaya ? (pacaran dengan rekan kerja yang sudah beristri atau bersuami) Hmmm… Waspadalah…waspadalah. Bukan begitu Bapak dan Ibu anggota dewan yang (tidak) terhormat? *

Explore posts in the same categories: sudut pandang

3 Comments on “PERKESEK”

  1. dewacint4 Says:

    hohohohoh

    FENOMAL BANGET
    nice post bos

    dc


  2. Jaman sekarang ada pepatah Jawanya sering berubah bos: Witing Tresno Jalaran Soko Rupiah hehe..

    ‘Perkesek’ emang sangat mungkin terjadi. Kerja bareng, stress bareng, tegang bareng, ‘tegang’ bareng, gaswat.. gaswat……. Makanya.. waspadalaaahh!!

    BTW, itu wakil rakyat tambah lama tambah parah ya.. Nggak di pusat, nggak di daerah.. Lebih menakutkan ketimbang ‘perkesek’


Comment: